Gunung Arjuna kelihatan dari dalam jendela kamar adik. Rumah ini, di lantai empat indah sekali, cuacanya pun cerah, suasana hati juga cerah, alhamdullilah adik pun masih bisa melihat dan mengingat jelas wajah abang, terima kasih tuhan…” Penggalan surat diatas menggambarkan di mana kau sangat merindukan abangmu ini. Empat bulan aku berada ditempat ini, dusun dimana orangnya sibuk mengangkat sekop dan kalau matahari pagi muncul, akan menampakan orang-orang yang berjalan beriringan dengan topi yang bercirikan kekuningan, nampak seekor garuda di...
Rabu, 22 Desember 2010
Selasa, 26 Oktober 2010
26
Oktober
Saya menggugat sang Liar!!Karenamu aku menjadi manusia tak bergunaHey !!! kenapa kau terlalu LiarSehingga aku benci melihat pendulummu Memang aku anak kecil yang bermain di pantaiKetika mataku terpana hal-hal kecil..Seperti Karang, pasir, menutupi matakuyang mulai sudah tak jelas melihat..Lautan itu…. Aku mencintai sang liar!!!Tapi cintaku hanya sebatas “Cinta Geosentris”Dimana aku mencintaimu penuh dengan dogma,"ketidakbergunaan" aku merasa mencintaimu.Terpengaruh oleh meandernya iman.Tak ada pembuktiaan….. Bahkan, ketika aku membuktikan cintaku...
Posted on Selasa, Oktober 26, 2010 by Rianto
Sabtu, 02 Oktober 2010
02
Oktober
Bagi Seluruh.. CALON ANGGOTA BARU 2010 harap gabung Group Facebook OCAB. Group:OCAB LKM UNJ 2010. Rundown PPKM, Public Speaking Day, Pujian Bahasaku, Sharing PKM. RUANG REDAKSI SELALU MENYUGUHKAN INSPIRASI.(corat-coret di LKM) Setelah salat Isya, saya melihat jam menunjukan 22.40 WIB. Jam dinding itu, seperti saksi betapa banyak lorong waktu, jam, menit, detik, telah saya lewatkan di kota ini, Jakarta. Melihat kaca di sebuah gubuk penalaran, membuat saya tertegun. Rambut saya terlalu gondrong, menandakan bahwa saya sudah hampir satu tahun, bahkan...
Posted on Sabtu, Oktober 02, 2010 by Rianto
Kamis, 22 Juli 2010
22
Juli
Penampang berlogo Jakarta itu menyapa dengan kata”selamat datang di Kepulauan Pari”.senyum warga menyambut pula penumpang yang turun dari kapal. Namun senyum itu sepertinya menutupi kegundahan hati mereka.Sekitar dua jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai Pulau Pari. Kapal nelayan yang bersandar, nelayan menjemur rumput laut,menjahit jaring, keramahan senyum warga sekitar pun menyambut. fenomena itu siap menemani, ketika kaki melangkah di daratan yang air birunya sangat menyihir mata. Ada suatu yang menarik di pulau biru ini, pulau...
Posted on Kamis, Juli 22, 2010 by Rianto
22
Juli

Judul Buku : BACALAH!Penulis : Suherman, M. SiPenerbit : MQS PUBLISHINGUkuran : xii + 152 halaman; 15 x 23 cmMahaguru pembawa peradaban di dunia telah menggambarkan dimana buku menjadi teman duduk. Cobalah buku, bacalah mataku, bacalah kepribadianku melaluimu. Semenjak...
Posted on Kamis, Juli 22, 2010 by Rianto
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Rianto
- Ingin menjadi penulis, jurnalis, dosen. Begitu terobsesi dengan sejarah, sastra, budaya. Emailku riantoanarkhy@gmail.com
Popular Posts
-
"Dewek teh urang Bandung, tas ngumbara ti Nagri Walanda, ayeuna rek balik ka Jawa" , itulah alasan Syafe'i Soemardja ketika di...
-
Kakekku tidak bisa membaca. Eh, nenek juga deh. Katanya mereka lebih memilih bekerja dibanding sekolah. Makanya mereka tidak bisa mem...
-
"Menghadapi kekejian yang tidak manusiawi, manusia harus melakukan penentangan. Manusia tidak boleh diam. Dia yang diam dan ...
-
Hembusan angin yang sayup-sayup telah menyapu debu-debu, membawa terbang seonggok kertas-kertas serta plastik yang dibiarkan teronggok ...
-
Sebelum aku mendongeng untukmu. Aku ingin menonton Ada Apa dengan Cinta bersamamu. Sayang, malam ini aku lelah. Tapi, saat aku...
-
Kisah Soichiro Honda dan perusahaannya ditulis Jeffrey Rothfeder dalam buku Driving Honda Rahasia Perusahaan Otomotif Paling Inovatif Sed...
-
Masa lalu berbuku saya adalah masa lalu yang di mana perpustakaan SD di kampung penuh dengan kover-kover buku bacaan anak yang h...
-
Tiga lelaki tua itu sedang berdiskusi mengenai keindahan lukisan Raden Saleh. Perdebatannya mengenai pencahayaan yang digunakan Rade...
-
Tadi siang saat loper koran datang, ia membawa majalah tempo. Langsung saja aku buka lembar demi lembar mengamini do’a menjadi manusia...
-
Tiga granat meledak di panggung. Rendra mengecek mikropon. “Saya tidak akan mundur,” begitu kata Edi meniru Rendra Kejadian i...