Selasa, 31 Maret 2015

Sous le pont Mirabeu coule la Seine (Di bawah jembatan Mirabeau mengalir Sungai Seine) Sitor mengawali esainya Paris :Yang Dikenang, Yang Dilupakan (1999)  mengutip sajak “Le pont  Mirabeu “ oleh G. Apollinaire itu. Sungai yang membelah kota terkadang menjadi agenda tak pernah selesai sebagai pemantik imaji dalam bersajak.  Penyair...

Posted on Selasa, Maret 31, 2015 by Rianto

No comments

Di suatu diskusi yang diadakan Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) saya mengajukan Ni Jo Lan sebagai penulis sastra tionghoa peranakan yang patut untuk didiskusikan. Kita mungkin lupa, merayakan imlek bukan saja merayakannya dengan mengucapkan  Gon Xi Fa Coi di media sosial seperti Path, twitter, maupun facebook. Kita pun bisa merayakan imlek dengan berdiskusi buku-buku sastra tionghoa peranakan atau yang dikenal dengan sastra yinhua. Agar kegembiraan merayakan imlek melalui buku menjadikan kita waras dan tak amnesia...

Posted on Selasa, Maret 31, 2015 by Rianto

No comments

Jakarta sebagai ibu kota sering mendapatkan kritik dari orang-orang dengan pelbagai cara. Cap Jakarta sebagai kota langganan banjir serta termasuk kota yang tidak aman menghadirkan meme di media sosial. Meme pun hadir menjadi penghibur sekaligus kritik akan Jakarta. Kita gampang tertawa melihat meme yang dihadirkan untuk sekedar hiburan dan mengundang...

Posted on Selasa, Maret 31, 2015 by Rianto

No comments