Sabtu, 30 Agustus 2014

Indonesia begitu seksi untuk dicatat dan diterjemahkan kebudayaanya. Kolonialisme menghasilkan Snouck Hurgronje  yang rajin mencatat dan menjadikan kebudayan kita dipelajari, dituliskan, dan tentunya dilaporkan ke pangkuan Ratu Belanda. Di sana ada semacam dugaan, sejarah, pernikahan, mitos, islam, sampai urusan seks menjadi agenda penting untuk...

Posted on Sabtu, Agustus 30, 2014 by Rianto

No comments

Kamis, 28 Agustus 2014

            Boboko adalah kerajinan anyaman baru digarap oleh mayoritas penduduk desa Trajaya Majalengka. Ketelitian menganyam, kesabaran dan tetes keringat para pengrajinnya kadang “tidak memadai “ hasil dagangannya untuk sekolah masa depan anak-anak mereka. Trajaya tidak hanya membuahkan kerajinan anyaman...

Posted on Kamis, Agustus 28, 2014 by Rianto

No comments

SUDAH HAMPIR 150 TAHUN LALU NUSANTARA kedatangan seorang kakek. Kakek itu bukanlah orang kaya. Ia lahir pada 1823 di Usk. Monmouthshire, Inggris. Di usianya yang sudah tak muda ia melakukan perjalanan panjang.  Sembilan tahun ia menghabiskan waktu di Nusantara. Berbekal sederhana, juga tidak perlu iring-iringan besar saat melakukan perjalanan...

Posted on Kamis, Agustus 28, 2014 by Rianto

No comments

Jumat, 22 Agustus 2014

Konon kolonialisme mewariskan foto-foto. Lensa kamera menjepret sketsa orang yang terjajah. Foto adalah mimesis akan keindahan dan dilema. Tillema seorang kromoblanda konon yang menggunting, membeli foto, menyajikan gambaran hindia untuk koran-koran. Menjualnya dengan tidak gratis.            ...

Posted on Jumat, Agustus 22, 2014 by Rianto

No comments

Senin, 18 Agustus 2014

 “Baju pengantinku adalah kain kafanku,” Kartini             Konon sejarah diungkapkan orang-orang kalah. Sejarah berisi orang-orang kalah.  Kolonialisme menyebabkan orang kalah jarang bisa bersuara. Kartini adalah orang kalah yang patut dikenang, kata  JJ Rizal dalam diskusi...

Posted on Senin, Agustus 18, 2014 by Rianto

No comments

Kamis, 14 Agustus 2014

           Dunia anak penuh letupan kisah lucu, menegangkan dan mengundang imajinasi. Terlebih buku bacaan anak selalu menggugahku untuk membacanya berulang-ulang. Kini aku jatuh cinta pada cerita anak yang dikisahkan penulis eropa dan diterbitkan dengan bahasa Indonesia. Hem, mungkin aku bukan mahasiswa jurusan...

Posted on Kamis, Agustus 14, 2014 by Rianto

No comments

Jumat, 08 Agustus 2014

I             Kampung mempunyai memori dan harapan. Ingatan tentang kebun, pohon mangga, dan pelbagai angan-angan akan kampung merasuk dan mentradisi pikiran orang-orang untuk memaknai kampung sebagai tempat pulang dan meneduh. Konon kampung menjadi alasan orang-orang mengurus hidup dan...

Posted on Jumat, Agustus 08, 2014 by Rianto

2 comments

Senin, 04 Agustus 2014

“Satu-satunya yang bisa bebas adalah fantasiku dan lamunanku,” kata Nashar             Jakarta menjadi lumbung menabur lamunan dan mimpi. Jakarta selalu menyimpan mimpi berujung airmata.  Di mana mata awas di setiap daerah sekitarnya menghamba Jakarta sebagai kota mimpi. Nashar, pelukis...

Posted on Senin, Agustus 04, 2014 by Rianto

No comments

Bus Rukun Jaya melaju dengan pelan dari Rawamangun menuju Solo. Kami sengaja dari Jakarta mengunjungi Solo untuk mengikuti Sinau Buku di Bilik Literasi Solo. Sinau Buku berlangsung 16-18 Mei 2014. Sinau buku ini digawangi oleh esais kondang Bandung Mawardi. Rumah sederhana  Bandung Mawardi disulap menjadi ruang pameran buku. Buku-buku lawas...

Posted on Senin, Agustus 04, 2014 by Rianto

No comments